Tuesday, 20 October 2026 • Portal Berita Investigasi
BREAKING
Investigasi 2 min read (221 kata) Uji Fakta Redaksi

Laporan Eksklusif: Bongkar Kongkalikong Pengadaan Alat Laboratorium Kesehatan Daerah Senilai Rp 84 Miliar Bermerk 'Aspal'

Dokumen audit forensik pengadaan barang dan jasa mengungkap modus perusahaan cangkang peserta lelang fiktif yang menyuplai alat tes diagnostik rekondisi bertaraf kadaluwarsa ke 14 RSUD di wilayah timur Indonesia.

Biro Investigasi Korupsi & Anggaran

Investigator Pengadaan Barang & Jasa

Kamis, 10 September 2026 • 00:45 WIB

4,354 tayangan

Laporan Eksklusif: Bongkar Kongkalikong Pengadaan Alat Laboratorium Kesehatan Daerah Senilai Rp 84 Miliar Bermerk 'Aspal'
Klik untuk Zoom HD
Dokumentasi BeritaPenyidik: Rekonstruksi penyidikan kasus Investigasi.
Resolusi Tinggi

MAKASSAR, BERITAPENYIDIK.COM — Di salah satu ruang laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) rujukan regional, sebuah mesin Automated Biochemistry Analyzer senilai Rp 4,8 miliar teronggok membisu di sudut ruangan dengan penutup plastik berdebu. Sejak didatangkan delapan bulan lalu, perangkat canggih ini belum pernah berfungsi secara akurat menghasilkan uji darah pasien.

Investigasi tim BeritaPenyidik.com terhadap dokumen kontrak lelang e-katalog di dinas kesehatan provinsi menemukan fakta mengejutkan: perangkat medis tersebut merupakan barang rekondisi (refurbished) bekas pakai dari luar negeri yang diberi label stiker dan nomor seri baru menyerupai produksi pabrikan Jerman.

Jejak 4 Perusahaan Cangkang Beralamat Virtual Office Kosong

Pelacakan terhadap pemenang tender proyek multi-years senilai total Rp 84,6 miliar ini mengarah pada empat perseroan terbatas (PT) yang ternyata dikendalikan oleh satu keluarga pengusaha lokal:

  • Alamat kantor yang tertera pada dokumen izin usaha jasa konstruksi dan alkes ternyata hanya berupa unit sewa virtual office kosong di kawasan perumahan tanpa aktivitas karyawan operasional.
  • Selisih harga perolehan barang impor riil dengan harga pencairan anggaran APBD mencapai selisih mark-up fantastis sebesar 320 persen.
  • Hasil uji kalibrasi independen oleh Badan Pengawas Tenaga Medis membuktikan bahwa sensor optik reagen memiliki margin error 35%, yang sangat fatal jika digunakan untuk mendiagnosis penyakit kritis warga.

Kasus ini kini telah resmi diserahkan ke Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dengan rekomendasi penetapan tersangka pejabat pembuat komitmen (PPK) dan penyedia swasta terkait.

Galeri Bukti Forensik & Rekonstruksi (High-Res)

Klik pada foto untuk membuka penampil interaktif dengan zoom detail hingga 250%

4 Foto Bukti
Laporan Eksklusif: Bongkar Kongkalikong Pengadaan Alat Laboratorium Kesehatan Daerah Senilai Rp 84 Miliar Bermerk 'Aspal' (Foto Utama Rekonstruksi Perkara)
Perbesar Foto Utama

Laporan Eksklusif: Bongkar Kongkalikong Pengadaan Alat Laboratorium Kesehatan Daerah Senilai Rp 84 Miliar Bermerk 'Aspal' (Foto Utama Rekonstruksi Perkara)

Palu Sidang & Tumpukan Berkas Perkara Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri
Perbesar Yurisprudensi

Palu Sidang & Tumpukan Berkas Perkara Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri

Warkah Asli & Dokumen Ukur Buku Tanah Kadastral Kementerian ATR/BPN
Perbesar Dokumen Warkah

Warkah Asli & Dokumen Ukur Buku Tanah Kadastral Kementerian ATR/BPN

Pemeriksaan Saksi Ahli Forensik Dokumen dan Pembuktian Materil
Perbesar Laboratorium Forensik

Pemeriksaan Saksi Ahli Forensik Dokumen dan Pembuktian Materil

Bagaimana Tanggapan Anda?

Berikan apresiasi atau sikap terhadap laporan investigasi ini

Jajak Pendapat Terkait Kasus Ini

Berikan pandangan Anda sebagai pembaca kritis

Apakah Anda mendukung pengesahan RUU Perampasan Aset Tindak Pidana untuk memiskinkan koruptor dan mafia tanah?

Diskusi Publik & Tanggapan Hukum (0)

Moderasi berbasis verifikasi identitas dan kode etik media siber

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama memberikan analisis!

BP

Biro Investigasi Korupsi & Anggaran

UKW Utama

Investigator Pengadaan Barang & Jasa

ID Wartawan Terverifikasi Dewan Pers RI

Cek Keabsahan KTA