JAKARTA, BERITAPENYIDIK.COM — Membawa jargon 'Kecerdasan Buatan Algoritmik Bebas Riba' dan mengantongi sertifikasi endorsement dari sejumlah tokoh publik ternama, platform investasi 'Al-Amanah Crypto Bot' berhasil menghimpun lebih dari 14.200 anggota dari kalangan pensiunan, guru, dan pelaku UMKM dalam waktu kurang dari setahun.
Namun, sejak dua bulan terakhir, tombol penarikan dana (withdrawal) di dashboard aplikasi mendadak terkunci dengan dalih "Sinkronisasi Server Global". Kantor operasional megah di kawasan segitiga emas Jakarta Selatan pun kini kosong melompong ditinggalkan para direksinya.
Analisis Blockchain: Tidak Ada Aktivitas Trading Riil
Tim forensik blockchain BeritaPenyidik.com menelusuri riwayat transaksi pada smart contract dan deposit wallet btc/usdt yang diklaim sebagai liquidity pool trading perusahaan:
- Faktanya, 100 persen dana setoran nasabah baru langsung diputar seketika untuk membayar 'keuntungan' nasabah lama—pola murni skema Ponzi klasik piramida.
- Tidak ditemukan satupun rekaman eksekusi arbitrase atau buy/sell order di bursa kripto resmi yang terdaftar di Bappebti.
- Sekitar 32 juta USDT (setara Rp 512 miliar) telah dilarikan secara bertahap melalui mixer transaksi terdesentralisasi (crypto tumbler) menuju lima cold storage wallet anonim di luar negeri.
Bareskrim Polri bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Red Notice Interpol terhadap dua warga negara asing yang bertindak sebagai arsitek teknis sistem tersebut.