JAKARTA, BERITAPENYIDIK.COM — Menghadapi tantangan anomali iklim global dan fluktuasi pasokan pangan dunia, pemerintah menetapkan akselerasi rehabilitasi jaringan bendungan dan embung raksasa sebagai program prioritas nasional tahun 2026.
Sebanyak 45 bendungan yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara mendapatkan alokasi peremajaan struktur tubuh bendung, pengerukan sedimen lumpur, serta pemasangan sistem telemetri digital peringatan dini (early warning system).
Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Menjadi 3 Kali Setahun
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjelaskan bahwa pengerukan sedimentasi akan mengembalikan daya tampung efektif air waduk hingga 240 juta meter kubik:
"Dengan pasokan air irigasi yang stabil sepanjang musim kemarau, para petani di wilayah lumbung pangan tidak perlu lagi khawatir gagal panen. Indeks Pertanaman (IP) petani yang selama ini hanya 1,5 hingga 2 kali setahun ditargetkan meningkat menjadi 3 kali masa panen per tahun," jelasnya dalam inspeksi lapangan di Bendungan Karangkates.
Selain fungsi irigasi, bendungan-bendungan ini juga difungsikan ganda sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) dan penyedia air baku air minum bagi jutaan warga perkotaan sekitar.