PEKANBARU, BERITAPENYIDIK.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Skadron Udara TNI AU resmi memperpanjang status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui pelaksanaan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) terpadu di enam provinsi prioritas.
Operasi pencegahan dini ini difokuskan untuk memicu hujan buatan di atas area kubah gambut (peatland dome) yang mulai mengering dan berpotensi mudah terbakar akibat gesekan ranting atau aktivitas pembukaan lahan ilegal.
Menjaga Tinggi Muka Air Tanah Gambut di Atas 40 Cm
Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB memaparkan bahwa modifikasi cuaca dilakukan selagi bibit awan potensial (cumulus) masih terbentuk:
"Jika kita menunggu sampai lahan gambut terbakar dan tertutup asap tebal, operasi penyemaian awan akan menjadi sia-sia karena partikel asap justru menghambat kondensasi awan hujan. Pencegahan adalah kunci mutlak," tegasnya.
Melalui puluhan sortie penerbangan menggunakan pesawat C-130 Hercules dan NC-212 Aviocar, intensitas hujan yang berhasil diturunkan mampu mempertahankan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) gambut di atas ambang batas aman 40 sentimeter, sehingga titik panas (hotspot) terpantau turun hingga 78 persen.