JAKARTA, BERITAPENYIDIK.COM — Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskamsinas) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) secara resmi menerbitkan Peringatan Keamanan Kritis (Security Advisory) Nomor CSIRT-ID/2026/09/ADV-04 terkait kerentanan Zero-Day pada firmware perangkat router jaringan kelas enterprise yang banyak digunakan di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Kerentanan yang diberi kode identifikasi CVE-2026-4418 ini memiliki skor keparahan Common Vulnerability Scoring System (CVSS) sebesar 9,8 dari skala 10, yang menandakan tingkat risiko sangat tinggi dan dapat dieksploitasi tanpa memerlukan otentikasi awal.
Vektor Serangan dan Bahaya 'Man-in-the-Middle'
Celah keamanan ini memungkinkan aktor ancaman persisten tingkat lanjut (Advanced Persistent Threat/APT) menyuntikkan kode berbahaya dari jarak jauh melalui antarmuka web manajemen router.
"Begitu router gateway berhasil dikuasai, penyerang dapat membelokkan seluruh arus lalu lintas internet instansi, menyadap komunikasi data internal, menginfeksi komputer staf kantor dengan backdoor trojan, serta melumpuhkan koneksi jaringan publik," tulis dokumen mitigasi resmi BSSN.
BSSN menginstruksikan seluruh pimpinan unit Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) di seluruh Indonesia untuk segera mematikan fitur Remote Web Access WAN, mengubah default password administratif, dan mengunduh paket hotfix pembaruan keamanan firmware resmi dari vendor terkait.